Aku ingin keharmonisan

#Masalah Keluarga 1

Saat itu ku masih berada d bangku sekolah menengah pertama. Masa dimana aku untuk bersenang-senang dengan apa yang ku miliki. Hari-hari ku jalani dengan suka cita baik lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dimana pun ku berpijak.
Suatu ketika Tuhan menguji imanku dengan menghadapkanku pada suatu masalah terbesar bagiku selama ini. Di keheningan malam ku terbangun dari tidur lelapku terdengar lantangnya suara perdebatan dari arah ruang nonton. Menatap langit kamar sejenak ku lamunkan dengan tatapan kosong, dan pikiran pun entah kemana tujuannya. Saat tersadar dari lamunanku berderailah air mata ciptaan Tuhan yang khusus diberikan pada tubuh ciptaanNya, tanpa kedipan terus bercucuran kemudian ku berdoa pada sang Khaliq,” Ya Allah, ku percaya Engkau takkan menguji hambaMu melebihi kemampuan yang dia miliki. Jangan pernah marah disetiap permohonan dan keluhan hambaMu.” Amiin. Mengabaikannya adalah salah satu cara yang baik untuk menenangkan diri dalam sesaat.
Ayam pun telah berkokok tanda hari tlah pagi, matahari mulai menyinari bumi ini, suara mengalirnya air, kursi yang digerakkan pun terdengar, ya…..itu adalah suara-suara yang diperoleh dari kegiatannya ibu di pagi hari yaitu membersihkan rumah.
Tiba di sekolah tiba-tiba lamunanku tertuju pada peristiwa yang terjadi semalam. Dalam kesendirianku ini kepada siapa lagi ku berbagi selain Tuhanku? yang bisa tulus mendengar keluh kesahku meski takkan pernah sama? Kepada siapa ku bisa lampiaskan kemarahanku tentang mereka? Apakah hanya dengan cara menangis?

Aku….
Aku adalah cewe yang tidak bisa menahan keluhan, berbagai cara ku lakukan untuk sesuatu yang terpendam ini harus ku utarakan. Mereka (teman-teman terbaik) ada tapi untuk masalah ini aku belum percaya kepada mereka.
Waktu terus berjalan tanpa mengenal lelah, suasana kian terus berganti, saat berada diantara mereka ku menatap mereka dengan penuh amarah seperti sedang terbakar ingin teriak pada mereka. Suasana berisik dengan ocehan-ocehan diantara mereka, aku pun berlalu dari mereka sesegera mungkin.
Masalah takkan ada akhirannya bila tiada tindakan dan pemikiran dari kita untuk mengakhirinya. Berpikir lagi dan lagi… Apa yang harus ku lakukan? Apa yang sedang mereka pikirkan disaat ku berada diantara mereka yang sedang berdebat satu sama lainnya? Apakah tiada artinya aku (anaknya) untuk mereka? Apakah mereka tidak memikirkan aku yang dengan umurku proses menuju keremajaan ku sudah melihat perilaku yang tidak baik untuk ku lihat?
Waktu berlalu dan berlalu tanpa ada penyelesaian dari masalah ini. Saat ku mengetahui temanku juga mempunyai masalah yang sama tentang keluarga dari situlah ku mulai berbagi dengannya, kami saling menguatkan. Dari cerita yang berbeda antara ku dan dia, ku mulai membuat tekad pada diriku untuk memberanikan diri berbicara kepada kedua orangtuaku tentang apa yang ku pendam.
Saat hari dimana ku berada diantara mereka hal pertama yang terjadi adalah air mata yang menetes sambil berkata,” ma,pa aku tidak mau tau apa permasalahannya apa diantara mama dan papa tapi tolong ma, pa lihat keberadaanku diantara mama dan papa, pernahkah mama dan papa memikirkan perasaanku saat setiap malam mendengar perdebatan, setiap melihat mama dan papa bertemu tidak menghargai satu sama yang lain? Apa arti seorang anak bila orangtuanya tidak harmonis meski ada si buah hati? Bukankah anak adalah harta yang paling berharga yang dimiliki suami dan istri? Itu saja keluhanku, terimakasih sudah meluangkan waktu mendengarkan keluh kesahku.
(gubrak) suara pintu yang tertutup kuat pengaruh amarah yang terlampiaskan.
Sunyi senyap hanya desahan tangiasan yang terdengar hingga ku terlelap.
Pagi yang cerah dengan hati yang ceria. Semua kepenatan hati tlah tercurahkan, waktunya untuk konsentrasi pada apa yang ku lakukan di hari ini. Pagi ini ku disambut dengan sapaan dari kedua orang tuaku dengan senyum ceria,” Selamat pagi sayang”. Waw this is amazing. Alhamdulillah (kata hati). “Selamat pagi ma,pa”. Segalanya telah siap,tiba disekolah ku pun berbagi kebahagiaan ini kepada temanku, respon yang baik turut berbahagia atas kebahagiaanku.
Terimakasih Ya Allah atas pertolongaMu pada hambaMu. Lindungi keluarga ini dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari segala marabahaya. Jadikan keluarga ini sakinah mawaddah warahma. Amiin.
*Tertawa bahagia*
#Hikmah : Disaat berada dalam keadaan seperti di atas, disaat anda tidak taau harus berbuat apa tapi keinginan ingin mengakhiri permasalahan diantara mereka, maka waktunya giliran anda yang berbicara,anda yang berperan,berikan suatu tindakan yang membuat hati mereka luluh. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s