Kulit Singkong menjadi Alternatif Bahan Baku Kertas

Ternyata eh ternyata kulit singkong punya manfaat dari pada di buang sia-sia …

Alternatif Bahan Baku Kertas

kulit singkong

CONTOH KULIT SINGKONG

1. Kulit singkong bisa dijadikan bahan untuk pembuatan kertas,   mengingat serat yang terkandung di dalam kulit singkong .

2. Limbah kulit singkong bisa dimanfaatkan untuk:

  • makanan  (kripik,dendeng,sayur, saus ,krupuk, dll)
  • Bioetanol, pupuk, karbon aktif, paving blok,pemadam api, pakan ternak, dll)

3. Sludge dari  pabrik tepung Tapioka, yang  dikenal dengan Onggok  Juga dapat dijadikan bahan untuk pembuatan kertas

4. Bila diproses lebih lanjut Kulit Ari Singkong juga dapat dijadikan Dry Strenght  untukPembuatan Kertas pada kertas Corugating  medium pada Size Press.  (dengan Cationizer yang disebut MEC SUPER)   sehingga Cost menjadi lebih rendah  dibanding dengan menggunakan Tapioka industri.

Berikut ini contoh kulit singkong yg uda jadi chip :

chip kulit singkong

Yang dibawah ini uda jadi sludge kulit singkong :

sludge kulit singkong

Nah,,ini yang ditunggu2…kertas yang terbuat dari kulit singkong, ini nih penampakannya :

kertas kulit singkong

Kertas ini juga disebut Kertas b-kraft & fluting.

Lihat pos aslinya

ETIKA MEMBERI SALAM

ETIKA MEMBERI SALAM
1. Makruh memeberi salam dengan ucapan “ Alaikumus salam “ Karena sesungguhnya ucapan itu adalah salam untuk orang-orang yang telah mati.
2. Dianjurkan mengucap salam 3 kali jika khalayak banyak jumlahnya. Di dalam hadis Anas disebutkan bahwa Nabi SAW, apabila ia mengucapkan suatu kalimat ia mengulanginya 3 kali. Dan apabila ia datang kepada suatu kaum, ia memberi salam kepada mereka 2 kali” ( HR. Al-Bukhari)
3. Termasuk sunnah adalah orang mengendarai kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi slaam kepada orang yang duduk,orang yang sedikit kepada orang yang banyak, orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua.
4. Disunnahkan, ketika memberi salam dan demikian pula menjawabnya kecuali jika disekitarnya ada orang-orang yang sedang tidur.
5. Disunnahkan memberi salam di waktu masuk ke suatu majlis dan ketika meninggalkannya.
6. Disunnahkan memberi salam di saat masuk ke suatu rumah sekalipun rumah itu kosong.
7. Dimakruhkan memberi salam kepada orang yang sedang di WC
8. Disunnahkan memberi salam kepada anak-anak.
9. Tidak memulai memberikan salam kepada ahli kitab.
10. Disunnahkan menjawab salam orang yang menyampaikan salam lewat orang lain dan kepada yang dititipnya.
11. Disunnahkan kepada seseorang berjabat tangan dengan saudaranya.
12. Dianjurkan tidak menarik/melepas tangan kita sebelum orang yang kita jabat tangani yang melepasnya.
13. Haram berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram.

ETIKA DI JALANAN

ETIKA DI JALANAN
1. Berjalan dengan sikap wajar dan tawadhu, tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur.
2. Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
3. Tidak mengganggu, yaitu tidak membuang sampah di jalan.
4. Menyingkirkan gangguan dari jalan. Ini merupakan sedekah. “ Ketika seseorang sedang berjalan di suatu jalan, ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut, lalu orang itu menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya,….” Di dalam suatu riwayat disebutkan : maka Allah memasukkannya ke surga. (Muttafaq’alaih)
5. Menjawab salam orang yang dikenal ataupun tidak dikenal. Ini hukumnya wajib karena Rasulullah SAW bersabda : “Ada 5 perkara wajib bagi seorang muslim terhadap saudaranya………diantaranya:menjawab salam. “ (Muttafaq’alaih)
6. Hendaknya berjalan di pinggir jalan.
7. Tidak ngebut atau ugal-ugalan bila mengendarai kendaraan. Melapangkan jalan untuk orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk lewat. Semua itu termasuk tolong-menolong di dalam kebajikan.

Aku ingin keharmonisan

#Masalah Keluarga 1

Saat itu ku masih berada d bangku sekolah menengah pertama. Masa dimana aku untuk bersenang-senang dengan apa yang ku miliki. Hari-hari ku jalani dengan suka cita baik lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dimana pun ku berpijak.
Suatu ketika Tuhan menguji imanku dengan menghadapkanku pada suatu masalah terbesar bagiku selama ini. Baca lebih lanjut